Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 November 2017

Menyedihkan!! Pulang Dari Rantau Dirman Malah Tinggal Di Bekas Kandang Domba, Ternyata Ini Masalahnya

 
 Kabar Kita - Dirman (43), warga Kampung Babakan Tonjong RT 10 RW 7, Desa Tonjong,   Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sudah empat tahun tinggal di bekas kandang domba. Pria pengidap gangguan jiwa itu terpaksa dikurung karena sering mengamuk.

Kandang berukuran 1,5 x 2 meter beratapkan terpal jingga ini relatif membuat Dirman sulit bergerak. Beberapa batang bambu yang dipasang di sejumlah sudut hanya menyisakan sejumlah celah untuk Dirman memandang ke luar.

Ketua Yayasan Aura Welas Asih, Denny Solang, mengatakan, saat ini Dirman diurus kedua orangtuanya, yakni Sahuni (70) dan Oyot (60). Mereka tidak punya pilihan lain selain mengurung anaknya di tempat bekas kandang domba.

"Pernah diurus di rumah sakit jiwa, tapi kabur. Khawatir mengamuk, pihak keluarga lebih memilih mengurung Dirman di tempat itu," kata Denny, Senin (6/11/2017).

Keterangan kedua orangtuanya, ucap Denny, Dirman mengidap gangguan jiwa sekitar 12 tahun. Selain ke rumah sakit jiwa, Dirman beberapa kali dibawa berobat ke tempat pengobatan tradisional.

Namun, keluarga tidak mendapati perkembangan positif pada diri Dirman. Ia malah sering bersikap kasar hingga meresahkan keluarga dan warga sekitar.

Denny Solang mengatakan, ia dan beberapa sukarelawan kemanusiaan serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Sukabumi beberapa kali meminta izin kepada pihak keluarga untuk mengevakuasi Dirman. Namun, keluarga belum berkenan mengizinkan.

"Kalau mau ada yang menolong, orangtuanya minta dibantu dibangunkan ruangan khusus saja, di sekitar rumah. Tidak berkenan kalau anaknya kami bawa," tutur pemimpin yayasan yang fokus pada penanganan orang dengan gangguan jiwa itu.


Perubahan Drastis


Denni Solang menambahkan, orangtua Dirman tergolong keluarga kurang mampu. Mereka hanya mengandalkan penghasilan dari upah sebagai buruh tani.

"Beberapa kali kami ke rumahnya, yang terlihat mengurus Dirman hanya orangtuanya," kata Denni.

Orangtua hanya bisa memberi makan Dirman dengan makanan seadanya. Denny menilai, keluarga Dirman perlu bantuan logistik.

"Belum ada bantuan logistik, makanannya yang diberikan ke Dirman pun seadanya, kurang bergizi," tutur Denny.

Denny menuturkan latar belakang Dirman sebelum mengidap gangguan jiwa. Sebagaimana orang kebanyakan, dulu Dirman memiliki pekerjaan, bahkan punya anak dan istri.

Sukarelawan Yayasan Aura Welas Asih beberapa kali menyambangi Dirman. Berdasarkan keterangan orangtua, Dirman mengidap gangguan jiwa sepulang merantau dari Sumatera.

"Dulunya normal, tapi sepulang dari Riau kondisi kejiwaannya mulai terganggu," kata Denny.

Pihak keluarga pun sempat mengobati Dirman ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi di Bogor. Dirman juga beberapa kali dibawa berobat ke tempat pengobatan tradisional. Namun, kondisinya tak kunjung membaik.

Dirman tidak sempat menceritakan apa yang Ia alami selama merantau di Riau. Pihak keluarga menduga, Dirman diguna-guna.

"Mereka menduga seperti itu (diguna-guna), karena sebelum berangkat ke Riau kondisinya sangat normal," kata Denny.

sumber: liputan6.com

Senin, 06 November 2017

HEBOH!! Foto Suami-Istri Ini Jadi Viral di Medsos, Ternyata Ini Masalahnya



Kabar Kita -  Foto-foto yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Ade Imron kini tengah menjadi perbincangan masyarakat di dunia maya. “Ibunya mungkin… Masa istrinya ko jauh sangat hadeuh,” tulis seorang netizen dalam foto yang diunggah oleh Ade Imron ke Facebooknya pada 30 Oktober lalu.

Ya, kira-kira itulah salah satu pembahasan yang jadi perdebatan masyarakat dunia maya. foto Ade Imron bersama dengan sang istri sepertinya menarik perhatian masyarakat dunia maya. Awalnya banyak yang menduga jika Ade Imron tengah berfoto dengan sang ibu, yang ternyata diakui Imron bahwa wanita berhijab yang disampingnya adalah istri yang sangat dicintainya.

Banyak netizen yang berkomentar tentang perbedaan usia diantara keduanya, meskipun Ade Imron sendiri tak pernah membahas soal umur sang istri. Banyak netizen yang mencibir, namun ada pula netizen yang kagum dengan Ade Imron.

“Saya salut sama lelaki yang tak memandang perbedaan usia dalam menikah, nggak peduli istri mau tua berapa tahun pun, tetap laju ke pelaminan. Semoga kalian langgeng ya,” tulis komentar pemilik akun Facebook Reva Azzahra.

Sadar bahwa sang istri selalu menjadi pembahasan masyarakat dunia maya, Ade Imron pun akhirnya memberikan pernyataannya melalui sebuah unggahan di Facebooknya pada 2 November lalu. “Buat teman. Maaf nggak bisa di balas semua komentarnya ya. Makasih atas nasihatnya semoga Allah membalas dengan pahala. Buat yang nggak suka. Harap blokir saja akun saya. Salam dari saya dan istriku tercinta,” tulis Ade Imron.

Foto Suami-Istri Ini Langsung Jadi Viral

Sebelum memenuhi kolom komentar akun Facebook Ade Imron, netizen lebih dulu dibuat terpana dengan unggahan pemilik akun Facebook Sembara Mencari Cinta. Ya, pemilik akun Facebook tersebut mengunggah foto-foto Ade Imron dan sang istri dengan memberikan caption:

"Aslamaualaikum...peringatan buat semua...nggak cewe nggak cowo..Kalau sudah di takdirkan. jodoh..mau bagaimana..laga..semua..sudah ada yang ngatur..so..jangan memilih dalam..mengenal..yang namanya..jodoh..kita tidak tahu..mau cantik.jelek.ganteng.bagus..semua sama..di mata Allah..kita hanyalah..seorang hamba..apalah daya..kita..cinta itu apa danya.cinta&kasih sayang..bukanlah..kita yang merasa senang..tapi cinta yang sesungguhnya..ialah..cinta..yang apa adnya.kita merasa bahagia.nyaman..umur.fisik.bukanlah masalah.itu hanya casing semata...semuanya akan sirna..kelak..jadi janganlah.kita memandang orang..dari luar..lihatlah..dari hati..so yang lagi LDR..semoga bisa cepat ketmu dan berjodoh amin..semoga..bisa..sampai pelaminan & menjadi hubungan yang harmonis. Yang Sakinah.mawadah.warohmah aminnnnn yaaaa Roob."

Postingan Suami-Istri yang Jadi Viral Ini Bikin Hati Adem

Hmmm, sebenarnya posting-an yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Ade Imron ini diperuntukan untuk mereka para cowok. Tapi, nggak ada salahnya juga kok buat kamu baca. Siapa tahu nanti si pacar atau si suami tiba-tiba ngambek.

Ya, melalui akun Facebooknya pada 31 Oktober lalu Ade Imron memberikan sebuah tips yang ia beri judul “Cara nyenengin hati istri yang lagi ngambek”. Mau tahu bagaimana caranya? Simak posting-an Ade Imron selengkapnya di bawah ini:

Cara nyenengin hati istri yang lagi NGAMBEK:

1. Langkah yang paling pertama adalah ajak dia ngobrol baik-baik dulu. Dengerin aja deh apa yang ada di uneg-unegnya.

2. Jangan gengsi buat bilang “Maaf ya, sayang…”. Percayalah, istri seneng kalau suaminya minta maaf dan ngaku salah.

3. Mungkin istri ngambek karena kamu terlalu sibuk. Kalau itu alasannya, kamu perlu ngajak jalan sesekali biar dia tahu kamu masih perhatian.

4. Usap kepalanya dan genggam tangannya. Gestur sederhana ini sudah sering terbukti bikin mood istri baik lagi.

Bagaimana menurut anda?

sumber: Bintang,com

Jumat, 03 November 2017

Sungguh Mengharukan!! Pemulung ini Rela Bekerja Keras, Walau Sakit Ternyata Demi Ini




Kabar Kita - Duduk di sebuah taman berumput sambil melonjorkan kedua kaki yang sangat kurus, seorang pemulung sedang beristirahat dengan kedua anaknya. Salah satu anak yang lebih kecil tertidur di pangkuan bapaknya. Sementara yang sudah lebih besar, duduk di samping sang pemulung.

Pemilik akun Facebook bernama Febby Valentine yang merasa iba, memberanikan diri untuk bertanya dan mengajak sang pemulung itu mengobrol. Dari percakapan tersebut, diketahui ternyata rumah sang pemulung berada di Legok, Tangerang. Malam itu, mereka ternyata bukan cuma sekadar beristirahat. Tapi juga meninggu semua barang hasil memulung ditimbang.

"Rumah saya di Legok, Bu, nanti jam 3 malam baru pulang karena nunggu barang2 hasil mulung ditimbang dulu. Ini lagi istirahat sebentar habis keliling mulung," jawabnya. Percakapan kemudian terus mengalir. Akhirnya, terkuaklah kalau ternyata istrinya sudah tiada. Karena takut dan khawatir akan kedua anaknya, dia lantas membawa serta kedua putrinya berkeliling sambil memulung.

"Iya ibunya sudah meninggal, saya kepikiran kalau ditinggal di rumah sendirian," katanya. Febby yang menuliskan kisah bapak pemulung ini di akun Facebook miliknya, berpikir kalau sang pemulung mengidap suatu penyakit serius. Soalnya, kedua kakinya kecil dan badannya kurus. Punggungnya pun melengkung. Febby berpikir, mungkin pemulung tersebut mengidap penyakit paru-paru atau TBC Tulang.

Usai bercakap-cakap dan berkenalan dengan kedua anaknya, Febby kemudian memberikan sedikit makanan untuk mereka. Febby pun terharu dengan pengorbanannya untuk anak-anak. Pada akhir postingan Febby, dia mengajak netizen untuk memberi sedikit cinta kepada mereka.

"Kalau teman-teman ada yang kebetulan lewat Gading Serpong depan McD atau Rumah Buah dan melihat Bapak ini beserta kedua anaknya sedang duduk di sekitar situ, mampirlah sebentar dan berikanlah mereka sedikit cinta berupa makanan/minuman/pakaian/selimut," tulisnya.

 sumber: Bintang.com

Kamis, 02 November 2017

Subhanallah! "Kasih Ibu Sepanjang Masa" Seorang Nenek ini Masih Rela Merawat Anaknya yang Sudah Renta


 
Kabar Kita - Seorang ibu akan selalu menjadi ibu. Cintanya tak akan pernah pudar untuk anak-anaknya. Meskipun sudah lelah dan sakit-sakitan, seorang ibu akan selalu menjadi ibu yang hebat buat buah hatinya.

Seperti yang dilakukan seorang nenek usia 98 tahun, Ada Keating, yang rela pindah ke sebuah faslitas home care di Liverpool, Inggris, untuk bergabung bersama putranya, Tom. 

Dilansir dari Liverpool Echo, Ada bukan saja ingin hidup bersama Tom. Tapi, dia juga rela untuk bergabung demi merawat putranya. Tom merupakan anak tertua dari 4 bersaudara.


Sebelum pensiun dan masuk home care, Tom bekerja sebagai pelukis dan juga dekorator di Jasa Bangunan HE Simm. Karena usianya yang sudah lanjut, pria ini membutuhkan fasilitas khusus untuk mengurus dirinya sendiri. Karena itulah, tahun 2016 dia bergabung dengan Moss View home care.

Ada yang sangat mencintai anak-anaknya, termasuk Tom, tak ingin tinggal terpisah. Hubungan Tom dan ibunya memang sangat baik dan terbilang dekat. Mereka pun, tulis Bored Panda, sangat suka menghabiskan waktu bersama sebagai ibu dan anak yang kompak.

"saya mengucapkan selamat tidur kepada Tom di kamarnya setiap malam. Dan saya kemudian akan pergi, dan mengucapkan selamat pagi di pagi harinya," kata Ada kepada Bored Panda. Di masa muda, Ada merupakan seorang perawat tambahan.

Tom Sangat Bahagia Bersama Sang Ibu
Tom mengaku sangat senang dengan kehadiran sang ibu di home care. Biasanya, para lanjut usia yang bergabung akan tinggal sendirian tanpa anggota keluarga, meski akan ada banyak perawat dan juga penghuni home care lainnya.

Ada juga mengatakan, kalau Tom sering menunggunya kembali ke gedung fasilitas setiap kali perempuan yang penuh cinta ini pergi ke luar untuk potong rambut.

"Ketika saya pergi ke luar untuk menemui tukang cukur, dia akan mencari saya. Dan ketika saya kembali, dia akan datang menghampiri saya dengan tangan terbuka lebar dan memberikan sebuah pelukan yang erat," cerita Ada kepada Bored Panda.

Melihat keakraban mereka berdua, manajer di gedung fasilitas Philip Daniels mengatakan hatinya sangta tersentuh. "Melihat mereka berdua, hati saya sangat tersentuh dan senang juga karena kami bisa memberikan apa yang mereka butuhkan sehari-hari," katanya kepada media yang sama.

Philip juga mengatakan dia dan pihaknya ingin membuat waktu Ada dan Tom bersama sesepesial mungkin. Seperti yang dikatakan Ada, "kamu tak akan pernah berhenti menjadi seorang ibu," tandasnya.

sumber: bintang.com

Terharu, Ribuan Netizen Menitikan Air Mata Melihat Foto Penumpang Kereta Api ini, Karna Mengingatkan Kita Kepada Orang Tua




Kabar Kita - Setidaknya foto yang diunggah oleh pemilik akun Facebook Restoris A. Fatiha pada 18 Oktober ini telah di share sebanyak 8.697 kali dan mendapatkan 2000 lebih komentar. Lalu sebenarnya foto apakah itu sehingga bisa menarik perhatian ribuan masyarakat dunia maya tersebut? Jika dilihat foto tersebut diambil di dalam gerbong kereta.

Dalam foto terlihat ada orangtua yang tengah asyik berfoto bersama anak laki-lakinya. Dan disebelah kiri terlihat seorang bapak tengah memeluk seseorang. Ya, lihat lebih jelas foto bapak yang ada di sebelah kiri. Bukan anak kecil, melainkan kakek-kakek yang tengah dipeluk oleh bapak-bapak yang mengenakan jaket hitam tersebut.

Bersama tiga foto yang diunggahnya, Restoris A. Fatiha menuliskan,”Sayangilah orang tuamu, sebagaimana orang tuamu menyayangimu, membesarkanmu, mendidikmu, dan merawatmu dengan sepenuh hati... Pagi ini jam 06.20 WIB di dalam kereta api prameks tujuan Kutoarjo-Solo saya melihat sesuatu yang membuat hati saya langsung merindukan orang tuaku, langsung membuat "trenyuh" dan rasanya pengin meneteskan air mata.”

“Sebuah tindakan yang terlihat sederhana, tapi sangat bermakna dan sangat berarti bagi orang yang melihatnya. Awalnya saya melihat seseorang yang mungkin berusia sekitar 50an tahun duduk bersama/berdampingan dengan orang tuanya yang mungkin berusia sekitar 75-80an tahun, selang beberapa saat si orang tua tampak mengubah posisi duduknya bersandar di tubuh anaknya yang sedang menerima telepon, dan seketika itu pula orang yang sedang menerima telepon tersebut mengubah posisi tangan kanannya memeluk/merangkul orang tuanya dengan penuh kasih sayang, selayaknya orang tua yang sedang merangkul/memeluk anak-anak yang masih kecil. Sungguh pemandangan yang sangat sederhana ini mampu menggugah hati dan mengingatkan kita sebagai seorang anak untuk selalu menyayangi dan mencintai orang tua kita walaupun dengan cara yang sederhana,” lanjut cerita akun Facebook Restoris A. Fatiha.

Ya, sebuah pemandangan sederhana yang telah membuat ribuan netizen menitikan air mata lantaran langsung mengingat kembali kenangan bersama ayah-ayah mereka. “Teringat kedua orang tua. Belum sempat aku balas kebaikan mereka. Semoga amal baik mereka selama masih hidup bisa membawa mereka disisi Tuhan YME. Amin,” tulis komentar pemilik akun Facebook Susana Pioto. Sementara itu, pemilik akun Facebook Aminah berkomentar,”Sesuatu yang sederhana tetapi menjadi luar biasa karena di zaman sekarang jarang terjadi. Semoga si anak tersebut selalu diberi keberkahan oleh Allah. Amin.

sumber: bintang.com

Minggu, 29 Oktober 2017

Niat Ingin Foto Seorang Pengemis, Fotografer Cantik ini Malah Mendapatkan Hadiah Istimewa yang Sangat Diinginkannya Selama ini.





Kabar Kita - Dikenal sebagai seorang fotografer, Diana Kim (32 tahun) dikenal sebagai seorang wanita yang sukses. Bukan hanya sukses dalam karier, ia juga memiliki keluarga kecil yang bahagia. Ada anak dan suami yang selalu mendukung kariernya. Itu kehidupannya saat ini, dulu boleh dikatakan kehidupannya sangatlah keras.

Saat masih kecil fotografer Hawaii ini dibuang oleh kedua orangtuanya setelah mereka memutuskan untuk bercerai. Sejak saat itu ia tinggal bersama saudaranya, tapi tak jarang ia pun harus menginap di rumah teman, di taman, bahkan di dalam mobil. Saat itu hidup memang sulit buatnya, tapi ia masih berharap dapat bertemu dengan ayahnya, meskipun itu hanya sekali.

Menurut Diana, ketertarikannya pada dunia fotografi dimulai saat ayahnya mengajari dirinya cara memotret. Dan pada tahun 2003 ketika dia sudah mulai kuliah, Diana memulai sebuah proyek dimana dia akan memotret tunawisma di Honolulu. Dan siapa yang mengira sebelumnya bahwa proyek tersebut membawanya pada hadiah istimewa yang sangat diinginkannya.

Dilansir dari Viral4real, suatu hari di tahun 2012, dia mengambil foto seorang pria tunawisma yang berdiri di tengah ratusan orang yang melewatinya. Diana mengangkat kamera dan mulai mengambil foto tunawisma tersebut, dan disaat “jepretan” pertama dia pun menyadari bahwa wajah pengemis itu sangatlah familiar untuknya.

Pengemis Ternyata Ayah Si Fotografer Cantik
Ya, ternyata pengemis tersebut adalah ayah Diana Kim yang telah ia cari-cari selama ini. “Saya telah mencari ayah saya dan akhirnya saya menemukannya duduk di belakang tempat sampah, di bawah semak-semak,” ujar Kim.

Saat itu Kim mencoba untuk mendekati ayahnya, namun sang ayah kelihatan bingung, dan bahkan tidak berani menatap mata Kim. Selama dua tahun, Kim terus melewati jalan yang sama untuk memeriksa keadaan ayahnya. Dia sering meminta ayahnya untuk pulang bersamanya, tapi sang ayah selalu menolak dan tidak pernah melihat Diana.

Dan pada tahun 2014, Diana akhirnya mengetahui bahwa sang ayah ternyata menderita serangan jantung dan di bawa ke rumah sakit oleh orang-orang yang melihatnya. Tak hanya penyakit jantung, ternyata ayah Diana juga menderita skizofernia berat.

Fotografer Itu Hidup Bahagia dengan Ayahnya Hingga Kini

Sang ayah pun akhirnya mau tinggal bersama Diana Kim dan keluarga kecilnya. Diana mengaku sangat bahagia karena bisa kembali berkumpul bersama dengan orang yang dicari-carinya selama ini. Ayah yang sangat dicintainya.

“Hari ini rasanya sangat bahagia melihat dia begitu sehat dan bisa berdiri lagi,” ujar Diana. “Ayah saya kini menghabiskan banyak waktu dengan teman-temannya dan secara aktif mencari pekerjaan.” Ayah Diana Kim mengatakan keinginannya, dia mau bekerja sebagai sopir taksi dan dia juga ingin sekali mengunjungi keluarganya di Korea Selatan. Ayah Diana Kim yang saat ditemukan menjadi seorang pengemis itu pun kini terlihat sangat bahagia.

 sumber: bintang.com

Kamis, 26 Oktober 2017

Miris! Demi Bertahan Hidup Seorang Nenek Minum Rebusan Batu Selama Setahun

 
 
 
Kabar Kita - Pontianak - Kondisi seorang nenek yang membuat hati terenyuh terjadi di Pontianak Barat, Kalimantan Barat (Kalbar). Diduga karena tak mempunyai uang, Niarti (60), warga Jalan Apel, Gang Jambu Air, Kecamatan Pontianak Barat, terpaksa harus mempertahankan hidupnya dengan hanya meminum air rebusan batu.

Sang nenek mengaku dalam sepuluh tahun terakhir hidup menderita sakit. "Karena tidak punya uang untuk beli makanan, makanya hanya meminum air rebusan batu," ucap Niarti di Pontianak, Rabu (25/10/2017), dilansir Antara.

Saat dikunjungi, kondisi nenek yang hidup sebatang kara itu tampak lemas tidak berdaya. Sementara, rumahnya tampak sangat prihatin dengan kondisi pengap dan terlihat batu berserakan di dalam rumah tersebut.

Sedangkan untuk memasak, Niarti hanya memiliki kompor yang terbuat dari batu yang disimpan di luar rumah.

Ketua RT 01/RW 14, Agus Yadi mengatakan, sejak diketahui nenek itu menderita sakit, maka warga berinisiatif mengusulkan kepada pemerintah agar Niarti mendapatkan bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.

"Kami sudah mengusulkan agar nenek Niarti ini mendapat bantuan, baik di tingkat kelurahan dan kecamatan, tetapi hingga kini belum juga mendapat bantuan," ia membeberkan.

Adapun Ketua Kadin Kota Pontianak, Herry Fadillah mengatakan, begitu mengetahui ada kabar warga hidup dengan hanya meminum air rebusan batu, ia segera membawa nenek tersebut ke rumah sakit.

"Nenek Niarti, langsung kami bawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat pertolongan. Apalagi, nenek itu sudah mengonsumsi air rebusan batu selama satu tahun," katanya.

Fadillah mengatakan pula, ia akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk menentukan langkah terbaik terkait kelangsungan hidup nenek Niarti ke depannya.

Menurut Fadillah, nenek Niarti kini sudah dirawat di rumah sakit terbaik di Kota Pontianak, guna mendapatkan perawatan intensif.

"Kami dari Kadin Kota Pontianak nantinya juga berencana memperbaiki rumah nenek Niarti agar layak ditempati," katanya.

sumber: liputan6.com

Kamis, 05 Oktober 2017

Akibat Aksi Saling Cakar Emak-Emak Akhirnya Berujung Seperti Ini




Kabar Kita, Takalar - Dua Ibu Rumah Tangga (IRT) di Jalan Pramuka, Kelurahan Sompu, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terlibat pertengkaran. Awalnya, kedua emak-emak ini saling cakar. Namun, tiba-tiba satu di antaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena sesak, hingga akhirnya meninggal dunia.

Kedua IRT itu adalah Nurmiati Daeng Kenna dan dan Mariam Daeng Kanang. Pertengkaran keduanya dipicu persoalan sepele, yaitu tindakan Mariam membanting pintu rumahnya dengan keras yang membuat Nurmiati tersinggung.

"Kejadiannya waktu hari Selasa (3 Oktober 2017), pelaku (Mariam) membanting pintu rumahnya dengan keras sehingga korban (Nurmiati) tersinggung, sempat cekcok dulu hingga akhirnya keduanya bertengkar secara fisik," kata Kanit Resmob Polres Takalar, Bripka Syamsuddin saat dikonfirmasi, Kamis, (5/10/2017).

Syamsuddin menjelaskan bahwa pertengkaran kedua ibu-ibu ini sempat dilerai oleh anggota keluarga masing-masing. Namun, Nurmiati menderita luka cakar di wajah dan lehernya akibat pertengkaran itu.

"Waktu berkelahi keduanya sempat dilerai keluarga masing-masing. Dari hasil visum, korban menderita luka cakar di wajah dan lehernya," jelas dia.

Selang beberapa jam setelah pertengkaran itu, Nurmiati tiba-tiba mengalami sesak napas dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle untuk menjalani perawatan dan visum. Nahas, sehari setelah menjalani perawatan Nurmiati menghembuskan napas terakhirnya.

"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit, namun pada Rabu (4/10/2017) korban meninggal dunia karena sesak napasnya," ucap Syamsuddin.

Syamsuddin mengungkapkan bahwa anggota keluarga Nurmiati sempat mendatangi kediaman Mariam karena mengetahui anggota keluarganya itu meninggal. Mereka menganggap penyebab meninggalnya Nurmiati akibat aksi saling cakar itu. Beruntung, aparat kepolisian berhasil menghalangi mereka.

"Banyak anggota keluarga korban datang ke rumah pelaku, mereka marah dan merusak rumah pelaku," ungkap dia.

Sementara, Mariam hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya. Dia melarikan diri dari rumahnya. Aparat kepolisian masih berusaha mencari keberadaan Mariam. "Pelaku masih dicari, dia kabur. Sementara rumah tempat perkelahian saat ini sudah diberi garis polisi," kata Syamsuddin.

sumber: liputan6.com

 

Jumat, 29 September 2017

Kaget Lihat Kelamin Palsu Menempel di Celana Menantunya, Ibu Mertua Langsung Lakukan Ini



Kabar Kita - Pernikahan sesama jenis antara perempuan dengan perempuan sangat jarang terjadi di Indonesia.

Kalau pun ada, pasti itu dilakukan sembunyi-sembunyi karena hukum dan norma memang tidak membolehkannya.

Peristiwa wanita mengaku pria untuk menikahi gadis pujaan hati memang langka.  Tapi ini terjadi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Dua tahun Rahyamani (26) mengaku pria bernama Rahmat Yani kepada Syarifah Nurul Husna (20).

Pengakuan Rahmayani sebagai karyawan perusahaan swasta di Kalimantan Timur (Kaltim) pun dipercaya Syarifah dan kedua orangtuanya, Amri dan Syamsudar.

Kepercayaan itulah mengantar Rahmayani dikira Rahmat Yani ke jenjang pernikahan dengan Syarifah, Minggu (17/9/2017).

Adminsitrasi pernikahan belum lengkap, Rahmat ngebet menikah, maka ijab kabul pun dilangsungkan sederhana di hadapan imam masjid kampung di Dusun Erelebu, Desa Ekatiro, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba.

Syamsudar dan Amri manut mengikuti keinginan Rahmat untuk menikah siri saja dulu.

Rahmat berjanji akan menggelar pesta pernikahan besar-besaran setelah proses administrasinya lengkap.

Keinginan dipendam 2 tahun pun tunai.

Rahmat resmi menjadi suami Syarifah, gadis lugu dari Bontobahari.

Bahkan, Rahmat pun sukses menunaikan malam pertama, malam itu juga.

Tapi, kesuksesan Rahmat adalah awal petaka itu.

Rahmat kini menghilang, menghindari penangkapan polisi.

Syarifah jadi janda muda.

Korban Facebook

Hubungan terlarang itu berawal dari dari pertemanan media sosial (fFacebook) akhir 2015.

Syarifah kala itu masih sedang duduk di bangku kelas dua Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bontotiro, Bulukumba.

Syarifah beranjak dewasa.

Dia sudah duduk di bangku kelas 3 SMA Bontotiro.

Rahmat tak bisa lagi menutupi keterpesonaannya pada gadis Erelebu itu.

"Jadi suatu waktu Rahmat chat dengan saya lalu meminta nomor telepon,” kata Syarifah di Kantor Polsek Bontobahari, Kamis (28/9/2017).

Syarifah dan Rahmat belum pernah bersua fisik.

Dia pun belum pernah dengar suara Syarifah.

Itulah sebabnya, dia “menyet” pada Syamsudar.

"Saat Rahmat menelepon menyampaikan maksudnya, ibu saya yang terima telepon itu," kata Syarifah kepada Tribun-Timur.comusai menjalani pemeriksaan di Mapolsek Bontobahari, kemarin sore.

Rahmat tak tahu kalau yang bicara itu ibu Syarifah.

Dia langsung nembak.

Dia Ungkapan rasa cintanya pada Syarifah.

Syamsudar berbunga-bunga menyambut cinta Rahmat pada anaknya itu.

"Dia katakan suka sama anak saya dan ke depan berniat mau dinikahinya. Sebagai ibu tentu senang mendengar kabar itu dan menyambutnya dengan baik," kata Syamsudar.

Dan oleh Syarifah juga menyambut niat baik Rahmat Yani, meski dia belum pernah bertemu langsung
Selama dua tahun menjalin kasih di media sosial pada Mei lalu,Rahmat Yani mengajak Syamsudar bersama kekasihnya bertemu di salah satu tempat di Makassar.

Dan sedikit membuka identitasnya bahwa Rahmat saat ini sedang bekerja di sebuah perusahaan di Kalimantan Timur tetapi juga berasal dari Herlang, Bulukumba.

Selama dua tahun ini menjalin asmara dengan Syarifah, dia kerap mengirim bingkisan ole-ole ke orang tua Syarifah di kampung.

Lalu 7 September lalu mendesak Rahmat ingin menikahi Syarifah.

Dia pun menjumpai orangtua Syarifah bernama Amri-Syamsudar dan mengungkapkan rencana akan menikahi putri sulungnya itu.

Melamar Sendiri

Rahmat mengurus sendiri pernikahannya dengan Syarifah.

Dia datang sendiri ke rumah orangua Syarifah, melamar.

Kepada Syamsudar dan Amri, Rahmat mengaku harus segera menikahi Syarifah karena akan dinikahkan dengan gadis lain oleh orangtuanya.

"Prosesi lamarannya dia sendiri yang sampaikan ke saya. Alasannya tanpa dokumen karena dia mengaku orangtuanya mendesak akan nikahkan ke orang lain, makanya kami terima dan soal dokumen dia janjikan usai nikah baru diurusnya," jelas Syamsudar.

Kedua orangtua Syarifah manut.

Tawaran kredit uang panaik dari Rahmat pun dia terima.

Rahmat menyetujui uang panaik Rp Rp 30 juta, tapi hanya dibayar Rp 17 juta dulu, selebihnya dicicil.

Kabarnya, uang panaik Rp 17 juta tersebut sebenarnya adalah uang Syarifah, bukan murni dari Rahmat.

Jadi ceritanya, Syarifah menjual sepeda motornya seharga Rp 17,5 juta, lalu uang hasil penjualan dipinjamkan ke calon suaminya agar prosesi pernikahan bisa berjalan.

Saat itu, Rahmat mengaku tak punya uang.

Syamsudar dan Amri pun sepakat, termasuk ketika Rahmat menawarkan nikah siri saja dulu.

Meski sudah ada yang curiga pada suara lembut Rahmat saat ijab kabul, tapi proses terus berlanjut.

Dan pesta pernikahan itu pun berlangsung mewah untuk ukuran warga di Erelebu.

Pakaian dan aksesoris penganting ditambah pelaminan Jepara senilai Rp 8-10 juta.

Malam Pertama

Syarifah resmi jadi istri Rahmat.

Malam pertama pun tiba.

Meski baru bertemu fisik, Syarifah merasa sudah dekat dengan Rahmat.

Sudah 2 tahun dia menunggu dan akrab dengan mantan kekasihnya itu.

Maka, malam pertama pun tunai.

Syarifah serahkan segalanya.

Tapi, Syarifah pun mulai curiga pada segalanya.

"Saat itu antara percaya dan tidak karena punyanya mirip milik laki dan tetap jalaninya (berhubungan intim). Dan besok pagi baru kami kaget karena kelihatan itu alat yang dipakainya," kata Syarifah.

Rasa penasaran Syarifah terbawa dalam tidur singkat malam pertama.

Pagi, rumah mempelai wanita pun heboh.

Rahmat bangun pagi tanpa rasa curiga.

Semuanya berantakan saat Syamsudar tak sengaja masuk kamar pengantin, pagi itu.

Syamsudar iseng menyambangi anaknya saat Rahmat ke kamar mandi.

Pandangan Syamsudar tak sengaja mengarah ke pakaian dalam Rahmat.

“Apa itu? Kenapa ada begitu?” tanya Syamsudar melihat “kelamin” Rahmat nempel di celana dalamnya.

Syarifah lalu menceritakan kecurigaannya semalam saat dia serahkan segalanya pada Rahmat.

Belum tuntas cerita Syarifah, Kepala Dusun Erelebu tiba.

Kepala dusun datang untuk menanyakan sebidang tanah yang jadi mahar Syarifah.

Tapi, bukan penjelasan tanah yang dia terima. Syarifah dan Syamsudar justeru curhat soal “keanehan” Rahmat.

Mereka bertiga kemudian menginterogasi Rahmat.

Setelah memastikan Rahmat adalah Rahmayani, kepala dusun dan kerabat Syamsudar membawanya ke Kantor Polsek Bontotiro.

Alasan keamanan, Rahmat diserahkan ke Polsek Bontobahari.

Tapi, Rahmat berhasil lolos dan meninggalkan Bontobahari setelah dari kantor polisi.

"Sekarang ini kami sudah tangani, Syarifah mengaku ditipu oleh Rahmat Yani, kedua dia memalsukan identitas KTP di Makassar, ketiga menipu orang-orang di sini," kata Kapolsek Bontobahari, Umar Siatta, kemarin.(*)

sumber: bangkapos.com

Miris! Hanya Masalah Sepele Delapan Murid Diberi Hukuman Jilat WC, Orang Tua Murid Langsung Lakukan Ini

 

Kabar Kita - Sebanyak delapan siswa SMPN 4 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur-Flores-Nusa Tenggara Timur, dihukum menjilat closet (WC) di sekolahnya, Jumat (15/9/2017) pagi.

Guru yang menghukum mereka berinisial YN, guru kesiswaan di sekolah tersebut.

Mereka dihukum karena menggunakan bahasa daerah Manggarai di lingkungan sekolah sebelum KBM.

Sang guru yang berstatus honor menggunakan dana BOSDA lalu memanggil para siswa ke kamar WC lalu menjilat closet secara bergantian.

"Awalnya kami tidak tahu. Anak-anak tidak beri tahu. Mereka takut karena guru tersebut mengancam akan memberikan nilai buruk kalau kejadian tersebut diberi tahu kepada orangtua."

"Anak-anak kami pun tidak beri tahu orangtua sejak kejadian jilat closet tanggal 15 September 2017 pagi."

"Kami baru tahu tanggal 22 September 2017 karena ada teman-teman mereka cerita kepada kami," ujar Frans Par ketika dihubungi Pos Kupang dari Ruteng per-telepon, Kamis (28/9/2017) malam.

Frans menjelaskan, para orangtua yang anak-anaknya dihukum sebenarnya mau ke Dinas PPO Matim pada Sabtu (23/9/2017) pagi, tapi tidak jadi karena PNS di Matim kerja lima hari. Hari Sabtu mereka libur.

"Kami lalu ke Dinas PPO Matim, Senin (25/9/2017) pagi. Di dinas kami bertemu Kasubag," kata Frans.

Kejadian jilat closet, papar Frans, sungguh tidak bisa diterima para orangtua sehingga mereka melapor ke Dinas PPO Matim.

Frans menyebutkan, SMPN 4 Poco Ranaka berada di Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka.

Kedelapan siswa yang dihukum jilat closet yakni Gundi Par, Sanga, Patris, Rian, Naur, Ronald, Yute dan Kala.

Pecat YN

Kadis PPO Matim, Frederika Soch ketika dihubungi Pos Kupang per telepon, Kamis (28/9/2017) malam, mengaku sudah menerima pengaduan para orangtua.

"Saya selesai terima pengaduan orangtua siswa dari SMPN 4 Poco Ranaka langsung pecat YN sebagai guru Bosda di SMPN 4 Poco Ranaka. Hari itu habis lapor saya pecat dengan mengeluarkan surat agar YN diberhentikan dari guru di sekolah itu," tegas Frederika.

Ia pun menyayangkan tindakan sang guru. Pasalnya, apa yang dilakukannya sudah masuk kategori kekerasan terhadap anak.

"Memang tidak ada cara lain sampai harus jilat closet? Makanya saya pecat dari guru,"kata Kadis Fredrika. (Pos-Kupang, Aris Ninu)

sumber: bangkapos.com

Rabu, 27 September 2017

Kembali Terjadi!! Pemuda Nikahi Nenek 70 Tahun, Usai Didandan Mempelai Wanita Bikin Pangling



Kabar Kita - Setelah dihebohkan dengan kabar pernikahan Selamat (16) dengan nenek Rohaya (71), dunia maya kembali dikejutkan dengan pernikahan Ade dengan Sani.

Ade diketahui merupakan seorang pemuda yang baru menginjak usia 21 tahun.

Sedangkan Sani, adalah seorang wanita yang telah berusia 70 tahun.

Jarak usia dua sejoli ini memang terlampau lebih dari tiga kali lipat.

Namun ketika benih-benih cinta sudah tumbuh, maka usia tak lagi menjadi hambatan bagi keduanya untuk melanjutkan hubungan ke tahap yang lebih serius, yakni pernikahan.

Pernikahan ini berlangsung di kawasan Mekarsari, Cileungsi, Bogor Timur.

Kabar mengenai pernikahan Ade dan Sani ini sontak menjadi viral di dunia maya, terutama di sosial media.

Akun bernama Yuni Rusmini lah yang pertama kali menyebarkan berita tersebut di Facebook.

Dalam unggahan tersebut, Yuni juga menyoroti dandanan dari Sani.

Menurutnya, perias dalam pernikahan tersebut sangat hebat.

Menurutnya, Sani yang berusia kepala tujuh itu bisa tampil beda alias bikin pangling.

Kembali terjadi ....70 vs 21 (ibu Sani usia 70 Dan bang ade usia 21 tahun).

Pernikahan Ini dgn umur yg 3x lipat lbh perbedaannya.
Namun Ada yg lain yg kelihatan mencolok pernikahan yg luar biasa dgn perias penganten yg hebat...bgmn merubah pengantin perempuan yg sdh tua bisa klhtn tampil beda. (Lihat ft ke 2)

Lokasi pernikahan di tempat penganten perempuan tepatnya di depan yayasan Al fityan, belakang rumah kades bule daerah mekarsari ,cileungsi, bogor timur.

Semoga jadi keluarga samawa...Amin yarroball alamin.
Yg jomblo jgn baper ya... Jiahahahaha sing ptg yakin mbloooo,"tulis Yuni Rusmini.

Netizen yang melihat unggahan tersebut juga sepakat dengan pendapat Yuni.

Tuti Kadong, "Bagus banget tukang riasnya pinter buka aura pengantin biar berubah...........semoga sukses ibu tkng rias saya doakan.Amiiiin Rbl."

Madiun Dagangan, "Mbk Yuni Rusmini.. Itu di daerah mana,.. Semuga bahagia,.... kasihan yg masih jomblo, iya pinter baget yg riasya semuga sukses."

Rianti Wijaya, "Tukang riasnya pinter tuh...bisa bikin pangling."

Jalaludin Al Ghozali Reworewo, "Seng ngrias joss tenan..mbah e kyk umur 18 thn."

Dani Yulistina, "Rias penganten nya pinter bgt.... pengantinnya jd muda."

Netizen lain juga memberikan komentar kocak atas unggahan tersebut.

Uju Juanda, "Ga apa2 nenek rasa perawan,hehe."

Liia Quien, "Sabar mblooo nenek semakin di depan hahaha."

Mahesa Trinil, "Prawan2 janda2 kalah dgn nenek2."

Dahlia, "Yg muda sma yg canda tersisih kan yg terdpan nenek,, smga jdi kluarga skinah ya."

Berikut ini foto-foto pernikahan Ade dan Sani.



sumber: BANGKAPOS.COM

Durhaka, Seorang Anak Pukuli Ibu Kandung, Sampai Sang Nenek Bilang Begini




Kabar Kita - Surga berada di telapak kaki ibu.

Begitulah ungkapan yang tepat bagi seorang ibu.

Tidak ada yang cukup untuk membalas kebaikan seorang ibu.

Mengandung selama 9 bulan dengan harapan anaknya kelak dapat lahir dengan sehat.

Selama penantian itu pula, ibu merasakan sakit dan tak nyenyak tidur.

Dia harus menjaga asupan makannya, agar anak di dalam janinnya tumbuh sehat.

Ibu juga berjuang melahirkan anaknya dengan bertaruh nyawa.

Posisi itu saat melahirkan antara hidup atau mati.

Tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata rasa sakit yang dialami ibu ketika melahirkan.

Jika tidak melalui persalinan normal, maka dokter akan melakukan tindakan operasi.

Semuanya dilalui ibu dengan kepayahan.

Setelah lahir ibu harus menyusui anaknya.

Dia membagi waktu tidur dan makannya agar sang anak tidak kelaparan.

Ibu pula yang menjaga anaknya baik siang dan malam, sampai-sampai seekor nyamuk pun tak berani mendekat.

Ibu rela 'berbohong' ketika mengaku tidak lapar padahal ada makanan.

Semata-mata makanan itu untuk buah hati, penyejuk jiwa.

Ibu merawat anaknya dengan kasih sayang sampai tumbuh dewasa.

Betapa bahagianya ibu melihat anak kesayangan tampak sehat dan kuat.

Ibu berharap dan berdoa agar anaknya mendapat masa depan yang baik.

Apapun yang anak lakukan untuk membalas kasih sayang seorang ibu tidak akan pernah cukup.

Apalagi jika sang anak malah menyakiti ibunya, sungguh bukan perbuatan yang mulia.

Anak durhaka yang pantas disematkan jika berbuat kasar pada ibunya.

Dilansir reporter Grid.ID dari Siakapkeli.my, sebuah video Selasa (26/9/2017), menunjukkan seorang anak yang sedang memukuli seorang wanita.

Anak laki-laki yang berusia 16 tahun asal Malayisa ternyata memukuli ibunya sendiri.

Dalam video itu ia tengah memukuli ibunya sebanyak 3 kali pada bagian lengan.

Pukulan itu membuat ibunya mengerang kesakitan.

Sang ibu sampai berteriak,

"Sakit nak, Ya Allah sakit."

Tidak cukup dengan itu, anak durhaka itu lantas mengambil sebuah kursi plastik.

Tampak dia hendak menghantamkan kursi itu ke ibunya.

Bahkan neneknya yang ikut memarahi cucunya yang berbuat kasar terhadap ibunya.

Tetapi ocehan itu tidak dipedulikan oleh anak itu.

"Ayo hantam muka nenek dengan kursi itu!, hantam muka nenek, diberi uang 50 Ringgit (Rp160 ribu) buat makan masih belum cukup."

Di akhir video anak itu lantas membenahi pakaiannya sambil beranjak pergi.

Karena saat memukuli ibunya, anak tersebut belum sempurna mengenakan celananya.

Tampak celana dalamnya kelihatan.

sumber: bangkapos.com

Jumat, 22 September 2017

Subhanallah! Suami Belikan Ponsel Istrinya Malah Kabur dengan Selingkuhan di Facebook , Begini Nasib Suami Dan Anaknya




Kabar Kita - Tidak semua orang mengalami kebahagiaan sepanjang hidupnya.

Ada masa -masa ketika seseorang dalam posisi titik terendah hingga putus asa.

Tetapi ada yang tetap semangat mengarungi kehidupan meski diwarnai kesulitan.

Seperti yang dialami tukang becak motor asal Filipina ini.

Menjadi supir roda tiga di Filipina bisa jadi sangat sulit.

Tukang becak itu harus bekerja keras dan berkendara berjam-jam di bawah terik matahari.

Semua itu tak membuatnya patah semangat.

Bahkan dia juga harus menyesuaikan diri dengan masalah lalu lintas di negara itu.

Bekerja sebagai tukang becak motor tentu penghasilannya tidak seberapa.

Tidak sebanding kerja keras dan biaya hidup yang harus dilalui.

Bahkan mungkin pendapatan sehari sudah habis untuk makan.

Tapi seorang tukang becak di Filipina tidak hanya harus narik becak saja.

Dia juga harus melakukan hal lain yang tidak kalah penting, yaitu mengurus anaknya.

Dua pekerjaan sekaligus itu terpaksa dilakoninya.

Antara pekerjaan dan kasih sayang pada anaknya.

Sebagaimana dimuat oleh situs Viral4Real, Rodolfo Pastrana adalah seorang tukang becak motor di Filipina itu.

Pria yang juga dipanggil dengan nama Rudy ini harus mengurus anaknya yang masih kecil.

Dia tidak punya pilihan untuk membawa anaknya yang masih balita saat sedang bekerja.

Sebab, tidak ada orang lain yang bisa menjaga dan mengasuh anaknya itu.

Istri Rodolfo Pastrana pergi begitu saja setelah mengenal media sosial, Facebook.

Rupanya, istri Rudy bertemu dengan seorang pria di Facebook, dan memutuskan untuk meninggalkan mereka untuk pria lain.

Diduga istrinya berselingkuh dengan pria kenalannya itu.

Kisah ini diketahui oleh pengguna Facebookbernama Jane Eguillos yang melihat ayah pekerja keras itu.

Jane Eguillos memutuskan untuk berbagi foto beserta cerita si tukang becak motor itu di media sosial.

"Saya punya istri 3 tahun. Tapi segera setelah saya membelikannya ponsel dan dia mulai menggunakan Facebook, dia bertemu dengan seorang pria online dan akhirnya mendatanginya."

"Dia telah meninggalkan kami lebih dari 2 bulan sekarang," kata Rudy pada Jane.

Banyak netizen tersentuh oleh cerita ayah dan anak ini.

Akhirnya ia sampai pada sebuah acara yang disebut "Kapuso Mo, Jessica Soho".

Staf acara mengetahui bahwa Rudy tidak memiliki sepeda roda tiganya.

Dia menyewa becak itu P 150 (Rp 111 ribu) setiap hari.

Selain itu, mereka juga mengetahui ia harus berjalan 2 km dari rumahnya ke rumah pemilik becak itu setiap hari.

Staf acara kemudian memberi ransel, susu, dan popok Rudy, untuk anaknya.

Dan memberinya sepeda roda tiga miliknya sendiri untuk memulai kehidupan lagi!

sumber: bangkapos.com

Astaghfirullah! Wanita Cantik Ini Duduk di Pelaminan Sendiri Tanpa Didampingi Suami, Ternyata Ini Masalahnya



Kabar Kita - Pernikahan menjadi dambaan setiap pasangan.

Momen bahagia itu terpancar saat keduanya berada di pelaminan usai mengucap janji setia.

Lalu bagaimana jika salah satu keluarga tidak menghendakinya?

Hal itu seperti dialami pemilik akun Facebook Via Kecile yang kisahnya ia bagikan di media sosial, Kamis (21/9/2017).

Via mencurahkan isi hatinya setelah memutuskan menikah pada 15 April 2017.

Setelah menikah itu Via ternyata selalu dihadapkan pada beragam masalah yang menguji dirinya.

Termasuk saat dirinya harus duduk di kursi pelaminan seorang diri tanpa kedatangan mempelai pria dan keluarganya.

Ekspresi kecewa kedua orangtuanya pun tak dapat disembunyikan.

Walaupun begitu Via tetap berusaha tersenyum.

Begini kisah curahan hati Via seperti dikutip Tribunstyle.com dari laman Facebooknya.

"Mungkin ini cerita saya yang benar2 kuat jalanin masalah2 ini :)

Saya Menikah sama dia pas tanggal 15 April 2017 dan dimana dia mengucapkan janji nya, saya akad dilakukan malem hari dan dilakukan juga bukan dirumah tapi ditempat lain karena entah kemau siapa mungkin mereka tidak mau orang lain tau. Ok saya terimain.

Disitu saya emang menikah langsung secara agama dan selesai akad dilakukan buku surat menikah aku sama dia dipegang sama orang tua dia, aneh kan? Tapi gpp saya terimain juga.

Setelah menikah aku sama dia masih dalam diam2 seperti orang masih pacaran, untuk tidur satu ranjang pun kita tidak pernah dia mungkin di ancam sama orang tua. Begitu tega nya kan keluarga dia? :) tapi saya tetap terima,

Padahal kan kita sudah SAH tapi tetap seperti orang pacaran. Saya emang tidak direstuin sama orang tua dia, tapi kan semua ini salah anak nya juga namanya sudah kejadian yg harus nimpa sama aku dan dia ywdh mau gmana lagi kan..

Dan Akhir nya Orang tua saya dan keluarga sepakat untuk membikin acara Resepsi dan acara itu di selenggarakan pada Tanggal 17 Mei 2017 .

Dan disitu keluarga saya memberitahu keluarga dia, dan emang keluarga dia bilang tidak akan bawa apa2 Ok saya dan orang tua terimain.

Pas acara dimulai keluarga dia benar2 tidak ada datang ataupun hadir di acara itu dan begitupun dia juga tidak datang, entah mungkin diumpetin sama orang tua nya entah gimana saya gak ngerti, begitu tega nya keluarga dia terhadap saya.

Dan saya dipelaminan duduk sendiri betapa sakit nya kan saya :') Tapi saya coba untuk tegar dan saya menghargai orang tua saya yg sudah membikin acara itu. Betapa baik nya punya orang tua seperti beliau :') ..

Dan setelah acara selesai keluarga dia datang untuk meminta maaf, mereka minta kekeluargaan. Ok saya akhirnya maaf.n mereka dikira saya sudah di maaf.n tuh mereka sudah mau terimain saya dan akui saya sebagai menantu nya, tapi kok buktinya knp mereka malah sering membikin saya sakit hati kenapa?!!

Tapi saya tetap sabar, sabar, dan sabar terus karena aku tau Tuhan gak tidur :') Tuhan melihat semua nya :')

Aku sama dia pun Rumah tangga seperti bukan Rumah tangga ya karena itu orang tua dan kaka dia slalu ikut campur dan seperi tidak boleh kalau aku sama dia slalu bareng, aneh kan? Tapi yasudahlah aku terimain aku masih sabar :')

Aku slalu ngertiin mungkin emang dia masih kuliah di Universitas Singa Perbangsa (UNSIKA) dan biaya pun masih dari orang tua nya juga, tapi sedikit pun orang tua dan kaka nya sangat tidak punya hati banget..

Dia emang slalu bilang dia juga ingin serius sama aku pengen slalu bareng sama aku tapi apa daya dia juga bilang dia tertekan sama ibu dan kaka nya.. Yatuhaaan kejam nya mereka itu yah :')

Sadar kalian tuh sadar mau sampai mana kalian membenci orang lain!!!!! Hati kalian ini apa!!!!

Saya akui emang saya orang tidak punya, tidak seperti kalian yang punya segalanya!! Tapi inget semua itu hanya titipan hanya titipan!! Jangan seenak nya kalian seperti ini kepada keluarga saya!!

Kalaupun kalian dulu anggap saya! Akui saya! Mungkin kejadian ini gak akan saya laporin! Saya sudah capek! Sudah tidak ada lagi kata sabar! Dan sekarang liat lah kelakuan Dia yang begitu kejam!

Asal anda tau yah kejadian ini bukan lah cuman sekali dua kali! Dari pas semenjak pacaran pun emang dia sering main fisik tapi saya slalu sabar! Tapi ini dia sudah kelewatan! Anak kuliahan kok begitu yah!!

Saya sudah benar2 sakit hati sakit banget!!! Jangan anggap maslah ini sepele!! Kita main Hukum!!
Pikir sama anda gimana kalau anda disiksa sama suami anda jg hah, apa anda tetap mau terima? Apakah orang tua anda juga tetap mau terima hah?

Kalian tuh berpendidikan semua tapi otak kalian seperti orang tidak berpendidikan!!

Sengaja saya share foto2 nya biar semua teman nya tau bahwa dia sudah menikah!!

Dan ini bukti aku sama dia akad, aku dipelaminan sendiri, dan dianiyaya dia!!"

Enam jam setelah diunggah postingan ini telah dibagikan sebanyak 1.341 kali oleh netizen, hingga Kamis (21/9/2017) malam.

Membaca curahan hati Via, netizen merasa terharu dan terut prihatin.

Echa Junaidi: "Smoga kejadian ini akan kembali kepada orang yg menyakiti.karna karma masih ada.ttp tenang ae tidak ad manusia yg sempurna."

Nova Setyo: "Up...semoga setelah ini mendapatkan banyak kebaikan dan kebahagiaan dari segala arah buat anda dan keluarga anda mba...semoga kesabaran mba nya mendapatkan jalan yg lapang dari Allah...aamiin"

Milla Kurniawan: "Astagfirullah kejam bgt yg sabar ya teh, pasti org seperti itu dpt blsany"

sumber: bangkapos.com

Sabtu, 16 September 2017

Heboh! Jenazah Bocah Ini Bangun dan Minta Minum, Ini Yang Terjadi Kemudian





Kabar Kita - Bocah usia 2 tahun yang telah meninggal ini tiba-tiba bangkit dari kematiannya menjelang dimakamkan.

Ia duduk di atas peti jenazah dan minta minum.

Sang ayah yang panik pun segera mengambil air minum untuknya.

Tapi tak disangka, detik berikutnya semua pelayat yang berada disana dibuat terkejut dan menjerit ketakutan!

Kelvin Santos, bocah berusia dua tahun itu dinyatakan meninggal dunia setelah menderita pneumonia di sebuah rumah sakit di Belem, Brasil, (1/6/2017) lalu.

Pihak rumah sakit kemudian memasukkan mayatnya ke kantong mayat dan menyerahkan kepada keluarganya.

Keluarganya menyimpan mayat si bocah ke dalam peti mati sepanjang malam.

Keesokannya, satu jam menjelang upacara pemakaman, bocah itu tiba-tiba bangkit dan duduk kemudian mengatakan : “Pa, bolehkah aku minta air minum ?”

Kontan kejadian ini membuat orang-orang disekitarnya kaget.

Sesaat setelah diberi air, bocah 2 tahun itu tidur kembali dalam peti matinya, dan meninggal kembali.

“Semua orang berteriak, kita tidak percaya dengan yang kita lihat. Kita berharap keajaiban terjadi untuk anak laki-laki yang hidup kembali,” kata Antonio Santos ayah dari bocah tersebut.

Mereka segera membawa anak itu ke rumah sakit, dan setelah diperiksa secara cermat, dokter menegaskan bahwa anak itu dipastikan sudah meninggal, tidak ada tanda-tanda kehidupan lagi.

Keluarga si bocah memutuskan untuk menunda selama satu jam upacara pemakaman, dengan harapan anak itu bisa bangkit kembali untuk kedua kalinya.

Tapi keajaiban tidak terjadi lagi, akhirnya bocah malang itu pun dimakamkan pada sore itu juga.

Ayah si bocah yakin bahwa anaknya menjadi korban malapraktik medis, “sekitar 15 menit setelah kami membawanya ke rumah sakit, dokter langsung mengatakan bahwa anak saya sudah meninggal, kemudian menyerahkan kembali jenazah itu kepada kami.

Mungkin mereka belum melakukan pemeriksaan secara intesif, karena mustahil orang mati bisa bangkit kembali dan berbicara.

Aku akan membuat sebuah laporan kepada kepolisian setempat untuk melakukan penyelidikan.

Pihak terkait setempat menegaskan bahwa anak itu memang di bawa ke rumah sakit karena kondisinya darurat, namun, anak itu dinyatakan meninggal karena menderita pneumonia (penyakit pada saluran pernapasan)

sumber: bangkapos.com

Jumat, 15 September 2017

Mengaku Diculik, Siswi SD Ini Ternyata Berbohong, Begini yang Sebenarnya Terjadi







Kabar Kita- Tiga siswi SDN Tanjung Duren 01 yang mengaku nyaris diculik ternyata berbohong.

Wakil Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Ivers Manossoh menegaskan, tidak pernah ada percobaan penculikan terhadap siswi SDN Tanjung Duren 01.

"Tidak terdapat perbuatan menyekap anak dan percobaan penculikan terhadap PI. Jadi saya tegaskan sekali lagi, video pengakuan PI itu tidak benar," ujar Ivers, di Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (14/9/2017).

Dia mengatakan, hal tersebut terungkap ketika polisi menggelar reka ulang yang terdiri dari 20 adegan.

Dari reka adegan tersebut terkuak ada ketidaksesuaian antara keterangan ketiga siswi dengan kondisi di lapangan.

Ivers mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat yang disebut menjadi lokasi percobaan penculikan dan telah memeriksa 11 orang saksi.

"Kesimpulan penyidikan kami, video pengakuan PI yang viral dan beredar luas di sosial media itu tidak benar, kami juga telah melakukan pengecekan terhadap (kamera) CCTV dan tidak ada kejadian tersebut," ujarnya.

Ivers mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghentikan penyebarluasan video atau informasi mengenai percobaan penculikan tersebut.

"Kani kembalikan ketiganya (siswi) untuk dibina orangtuanya mengingat usia anak-anak yang masih dini," kata dia.

Sebelumnya, tiga siswi SDN Tanjung Duren 01 Pagi berinisial PI, S, dan SF mengaku menjadi korban percobaan penculikan pada Senin (11/9/2017).

Berdasarkan keterangan ketiga siswi, percobaan penculikan terjadi di depan sekolah seusai jam belajar.

Siswi tersebut mengaku sempat dibekap mulutnya dan berhasil melarikan diri karena menggigit tangan pelaku.

Selain itu, siswi tersebut mengaku melihat ada anak-anak yang disekap di dalam mobil para pelaku. (Kompas.com/Sherly Puspita)

Mayat remaja di lemari es

Sementara beberapa waktu lalu sempat heboh mayat remaja ditemukan tak wajar.

Mayat seorang remaja belum lama ini telah ditemukan dijejalkan di sebuah lemari es setelah adanya dugaan pembunuhan yang menimpa remaja malang tersebut.

Celine Dookhran, yang berasal dari latar belakang Muslim keturunan India, telah diculik oleh pria bertopeng bersama seorang wanita lain pada hari Rabu.

Kedua wanita malang ini diikat, disumpal dan diperkosa di sebuah rumah di Kingston-on-Thames di London barat daya.

Wanita lain, yang berumur 20-an, selamat dari cobaan tersebut dan dengan berani mengungkapkan kisah mengerikan tersebut saat menjalani pemulihan di sebuah rumah sakit.

Namun malang, Celine secara tragis kehilangan nyawanya setelah tenggorokannya dilukai oleh para penculik.

Menurut laporan yang dilansir dari The Times, Celine baru saja memulai hubungan dengan seorang pria Muslim keturunan Arab.

Kematian wanita berusia 19 tahun ini bahkan diperlakukan sebagian orang sebagai 'honour killing'.

Seorang pria bernama Mujahid Arshid berusia 33 tahun muncul di hadapan pengadilan Wimbledon Magistrates’ Court.

Dia didakwa melakukan pelanggaran berat pembunuhan, percobaan pembunuhan, penculikan dan pemerkosaan.

Seorang lainnya bernama Vincent Tappu yang berusia 28 tahun juga muncul, dan dikenai tuduhan menculik kedua wanita tersebut.

Kedua pria ini muncul di hadapan Pengadilan Old Bailey, 21 Agustus 2018 lalu.

Akun Twitter milik Celine memang sempat menceritakan kisah pendek seorang wanita pekerja keras dan religius yang peduli dengan saudara laki-lakinya.

Seperti banyak anak berusia 19 tahun, Celine memang dikenal sebagai pribadi yang suka mengobrol dengan teman dan sepupunya tentang pakaian dan makeup.

Tapi tweet terakhirnya yang pedih benar-benar membuat siapapun terenyuh melihatnya, dilansir dari Unilad.

"Alhamdulilah [praise God] for everything that’s all I can say."

Celine tampaknya tak lupa untuk mengucapkan syukur pada Tuhan atas semua yang telah dia alami.

Kini semua perhatian dan doa tertuju pada Celine.

sumber: bangkapos.com

Anak Durhaka Tega Mengabaikan Ibunya, 9 Tahun Kemudian Menyesal Ternyata Ibunya Jadi Seperti Ini




Kabar Kita -- Seorang pria bernama Tung-tung tinggal di desa Feng Shan Tiongkok.

Tung dikenal sebagai anak durhaka , setelah mengabaikan ibu kandungnya.

Sebelumnya, sang ayahanda telah meninggal saat ia bayi sehingga ibunya harus susah payah merwat hingga besar.

Dilansir dari Epochtimes, saat memasuki umur dewasa, Tung dijodohkan dengan seorang wanita bernama Ah Mei

Awalnya Ah Mei menolak, tapi daripada tidak mendapatkan jodoh, ditambah lagi usianya yang sudah cukup tua untuk ukuran seorang gadis di desa ( Ah Mei lebih tua 6 tahun dari Tung Tung), akhirnya mau menikah dengan Tung Tung.

Setelah menikah dengan Tung Tung, tampak jelas Ah Mei tidak suka dengan ibu mertuanya, ia selalu mengatai ibu mertuanya hanya numpang makan, dengan kata-kata ketus.

Menyuruh Tung Tung, suaminya bekerja mencari uang. Kalau tidak bisa mendapatkan uang, ia akan pergi dari rumah dan tidak mau punya anak-anak dari Tung Tung.

Mendengar kata-kata menantunya, dan demi kebahagiaan anak serta keturunannya, ibu Tung Tung pun memutuskan pergi dari rumah itu, agar anak dan menantunya itu bisa hidup tenang.

Tung Tung adalah anak yang lemah sejak kecil. Ia pun takut dengan istrinya yang galak, ia hanya bisa melihat kepergian ibunya tanpa berkata apa pun.

Ibunya berjalan sepanjang malam itu tak tentu arahnya, paginya baru sampai di kota kabupaten.

Nyonya Liu, ibunya Tung Tung tidak punya kenalan atau kerabat di daerah yang asing ini, dia juga tidak tahu mau kemana lagi. Sambil berjalan ia tiba di kolong jembatan, dan menjadikan tempat itu sebagai tempat tinggal.

Saat lapar dia terpaksa memungut sisa makanan yang dibuang orang, atau mengambil pakaian bekas yang dibuang orang ketika pakaiannya sudah robek.

Hingga akhirnya dia pun memulung sebagai mata pencahariannya. Saat musim panas, nyonya Liu bisa tinggal di sembarang tempat, tapi saat musim dingin, apalagi turun salju, cuacanya menjadi dingin, nyonya Liu terpaksa berlindung di bawah kolong jembatan, dengan badan menggigil kedinginan.

Beberapa kali dia hampir mati membeku saking dinginnya, beruntung kebetulan ada orang yang lewat dan menghubungi panggilan darurat 120.

Setelah diselamatkan petugas dari departemen bantuan darurat tersebut, kemudian dibawa ke dinas sosial setempat, dan menempatkannya di jawatan tersebut.

Ketika ditanya alamat rumahnya, dan bermaksud mengantarnya pulang, malamnya nyonya Liu diam-diam meninggalkan pos itu, kembali ke kolong jembatan tempatnya berlindung. Bagaimana pun juga ia tidak mau pulang ke rumahnya lagi.

Setelah fajar, nyonya Liu merasa tidak bisa lagi menetap di kota kabupaten ini, kemudian dia memutuskan pindah ke kota yang lebih jauh.

Selama hidupnya nyonya Liu selalu tinggal di desa, tidak pernah bepergian jauh, tapi ia merasa sudah menunaikan tanggung jawabnya setelah anaknya menikah, dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi sejak itu.

Nyonya Liu pun memanfaatkan kesempatan ini untuk mealihat-lihat dunia luar. Dimana langkah kakinya berjalan, disitulah dia bepijak, sampai tak sanggup berjalan lagi, dan menunggu Tuhan memanggilnya.

Suatu hari, nyonya Liu akhirnya tiba di ibu kota provinsi, ia tampak bingung melihat banyaknya kendaraan yang lalu lalang.

Ia tidak tahu harus kemana, hanya mengikuti kemana langkah kakinya dan berhenti di sebuah jembatan, istirahat.

Di jalan, ia melihat seorang kakek yang mendorong sebuah sepeda sambil menjajakan ubi bakar, ia heran ubi jalar di desanya biasanya untuk pakan ternak, tapi tak disangka di kota bisa dijual.

Nyonya Liu menghampiri kakek penjual ubi itu dan bertanya “Bang, ubi jalar ini bisa dijual ya ?”

Pak tua itu memandang sejenak nyonya Liu, melihat pakaiannya yang compang camping, ia pun bisa menduga nyonya Liu seorang wanita gelandangan, kalau bukan karena miskin, pasti diusir anak-menantunya.

“Ya, kalau kamu tidak mau mati kelaparan, lebih baik jualan sepertiku, lebih baik mengerjakan sesuatu daripada tidak sama sekali, janganlah mengemis, itu tidak baik bagi kesehatan,”kata pak tua itu.

Belakangan, atas bantuan kakek itu, nyonya Liu pun belajar memanggang ubi jalar.

Setelah tahu cara membuat ubi jalar panggang, si kakek kemudian membuatkan sebuah oven untuk nyonya Liu, membantunya membeli arang dan ubi jalar segar. Dan setelah nyonya Liu sudah bisa Liu mandiri berjualan di jalanan, si kakek baru pergi dengan tenang.

Waktu berlalu dengan cepat, dalam sekejap mata sembilan tahun pun berlalu.

Selama sembilan tahun nyonya Liu menjual ubi panggangnya, orang-orang yang membeli ubi panggangnya pun tidak pernah sepi.

Sembilan tahun yang lalu, nyonya Liu meninggalkan desanya, tahun kedua, anak dan menantunya melahirkan seorang anak yang kini berusia 8 tahun.

Suatu hari ketika anaknya pulang sekolah, ia bercerita pada ayah dan ibunya,kalau nenek sudah makmur di kota, orang-orang desa mengatakan nenek sekarang mempunyai simpanan banyak uang di kota.

Tung Tung dan Ah Mei, istrinya terkejut mendengarnya, dan bertanya kepada anaknya dari mana kabar itu.

Anaknya pun bercerita kalau ia mendengar semua itu dari kepala desa yang baru kembali dari pertemuannya di ibukota provinsi.

Untuk lebih meyakinakn Tung Tung pun bertanya pada kepala desa. Dan ternyata memang benar seperti yang dikatakan, bahkan ubi panggang nyonya Liu juga diliput media ibukota.

Selama sembilan tahun nyonya meninggalkan desanya, dan berhasil menabung dari hasil jualan ubi panggangnya.

“Tak disangka, ibumu begitu hebat, ayo kita jemput ibu, jangan sampai mengecewakan ibu.” Kata Ah Mei pada Tung Tung, suaminya.

Tung Tung yang terharu dan gembira bercampur aduk itu tentu saja senang menjemput pulang ibunya.

Suami istri itu kemudian pulang ke rumah, dan setelah berkemas, mereka segera naik kereta.

menuju ke ibukota. Sesampainya di ibukota, kebetulan turun salju lebat

Namun nyonya Liu masih menjajakan dagangannya.

Seiring dengan berlalunya waktu, nyonya Liu juga semakin tua. Tapi semangatnya menjual ubi panggang tidak berkurang.

Menjelang malam, ubi panggang nyonya Liu pun habis terjual.

Dari balik dinding kaca, orang-orang masih bisa melihat nyonya Liu di gerobak dagangannya.

tapi tiba-tiba mereka melihat nyonya Liu tersungkur di bawah gerobaknya, sepertinya tertidur.

Beberapa orang merasa ada sesuatu yang tidak beres, lalu bergegas menghubungi nomor telepon darurat 120.

Tak lama kemudian dokter pun tiba di lokasi, setelah sekitar setengah jam upaya penyelamatan, namun, dengan menyesal sang dokter memberitahu bahwa nyonya Liu sudah meninggal.

Orang-orang yang berkerumun pun hanya bisa mendesah sedih.

Tepat pada saat itu, Tung Tung dan Ah Mei, tiba di hadapan nyonya Liu, dan mereka tak percaya dengan pandangan matanya setelah mendengar kabar buruk.

Hanya Tung Tung yang tampak meneteskan air mata, sementara Ah Mei justru sibuk membalikkan badan nyonya Liu mencari-cari tas sambil bertanya : “Mana tabungan ibu mertua? Dimana, di mana? Siapa yang melihatnya?”

Orang-orang diam membisu setelah tahu mereka adalah anak dan menantu nyonya Liu.

Dan diantara kerumuman orang-orang itu muncullah seorang pria tua, yakni kakek yang pernah membantu nyonya Liu dulu, lalu berkata pada Ah Mei.

“Kamu menantunya nyonya Liu ya ?” Tidak perlu dicari lagi, uang yang dikumpulkan nyonya Liu selama ini, semuanya telah disumbangkan ke yayasan amal, total ada sekitar 516 juta rupiah, semua uang itu disumbangkan untuk orang-orang tua yang dicampakkan, tidak menyisakan sepeser pun untuk dirinya sendiri, yakni nyonya Liu.”

“Puji Tuhan! Benar-benar seorang yang baik hati!”, terdengar gema pujian dari orang-orang.

Sementara itu, Ah Mei duduk di atas tanah dengan kecewa, menghela napas dan berkata : “Jauh-jauh kami ke sini, tapi tidak mendapatkan apa pun. Mengapa, mengapa ? Mengapa tidak menyisakan sepeser pun untuk kami ?”(*)

sumber: bangkapos.com

Miris! Sejumlah Siswa SD Paksa Seorang Siswi Kelas I Minum Air Seni, Sampai Mengalami Ini




Kabar Kita- Sebuah akun facebook di sebuah grup Facebook beranggotakan belasan ribu akun dan kerap berbagi kabar soal Pulau Belitung, menulis postingan mencengangkan.

Akun Pp* A*o itu mengabarkan adanya kejadian seorang siswa di sebuah SD berinisial PR di Kabupaten Beltim mewadahi air seninya, lalu bersama siswa lain yang disebut sebagai teman-temannya, memaksa seorang siswi kelas I untuk meminum air seni tersebut.

Siswi berinisial WL itu kemudian dikabarkan mengalami sakit perut dan mual-mual. Sekolah tersebut juga sudah memanggil orangtua siswa PR dan WL.

Pos Belitung berupaya mengkonfirmasi kebenaran informasi kepada Dinas Pendidikan (Dindik) Beltim.

Hasilnya, Kepala Bidang Pembinaan SD Dindik Beltim Parnoto membenarkan bahwa pihaknya juga telah mendapatkan kabar ini.

Diperoleh informasi bahwa SD tersebut adalah salah satu SD di Kecamatan Gantung. Parnoto mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kabar tersebut.

"Kami akan menindaklanjuti ini kepada pengawas sekolah di sana, terutama UPTD-nya. Bagaimana kejadian sebenarnya kami belum tahu karena kami juga baru tahu kabar ini," ujar Parnoto didampingi Kasi Pembinaan SD Didik Beltim Alvian kepada wartawan, Jumat (15/9/2017).

Berikut bunyi postingan tersebut:

"Ass,, 14-9-2017, beltim, Telah terjadi prbuatan yg sangat menjijikkan seorang anak sd kls 6 berinisial PR dan kwan"nya memasukkan air kencing k dlm kantong pelastik lalu di minumkn dgn paksa kpda se org anak sd kls 1 berinisial WL, shingga korba berinisial WL mengalami sakit perut dan mual",,, pihak sekolah ud menamnggil org tua PR dan org tua WL,, dan org tua Sangat terkejut dean shok mengetahui anak nya di perlakukn sperti itu,,
Kami muhon kpd para guru" khusus nya kls 1 tolong pengawasan di per ktat sehingga tidk terjadi perbuatan sperti ini lg,,,",

Postingan juga menyertakan tiga foto anak-anak yang sedang duduk di sofa dalam sebuah ruangan.

Diposting sejak sekitar pukul 13.00 WIB, pada pukul 16.18 WIB, postingan itu telah direspon oleh 225 warganetdan dikomentari sebanyak 163 komentar.

Mayoritas komentar bernada miris dan prihatin. Warganet juga menilai perlunya peran besar orangtua mengenai kasus ini. (*)

sumber: bangkapos.com

Kamis, 14 September 2017

Subhanallah! Tanpa Berpikir Panjang Gadis Ini Nekat Nikahi Kakek 72 Tahun. Saat Alasan Mulianya Terungkap Semua Diam




Kabar Kita - Ketika bicara tentang cinta, kita akan berhadapan dengan hal-hal yang tidak mungkin terjadi seakan begitu nyata.

Seperti kata pepatah, 'cinta sejati itu tidak memandang fisik dan usia'

Cinta yang tulus adalah cinta yang dapat menerima kondisi apapun tanpa terkecuali.

Tapi apakah dinamakan cinta, ketika seorang gadis rela dinikahi kakek tua. Meskipun kita tahu pernikahan jauh usia banyak terjadi di Indonesia.

Namun melihat kisah berikut ini, dan saat tahu alasannya kita bakal terdiam dan memuji tindakan gadis muda ini.

Dilansir dari Sohu, gadis ini bernama Zhang Feng berasal dari China.

Ternyata saat berusia 15 dia mengaku telah jatuh cinta dengan seorang pria yang usianya terpaut sangat jauh, yakni 60 tahun bernama Wen Changlin.

Akhirnya 17 april 2013 mereka berani menikah di sebuah pedesaan di provinsi Hunan, China.

Wen sendiri sebelumnya pernah menikah dan memiliki 3 orang anak dari pernikahan terdahulunya dengan mendiang istrinya.

Awal kisah mereka terjadi sejak tahun 2001, Zhang yang berusia 15 tahun mengalami hal berat di hidupnya.

Ayahnya meninggal karena strooke dan lumpuh.

Dikarenakan keterbatasan ekonomi Zhang tidak dapat membawa ayahnya untuk berobat dan melakukan terapi penyembuhan.

Sementara kala itu Wen yang berprofesi sebagai seorang dokter bersedia untuk membantu Zhang dengan tinggal dirumah Zhang dan merawat sang ayah.

Setelah Wen menghabiskan waktu selama 5 tahun untuk tinggal di rumah Zhang, sayangya ayah Zhang tidak dapat diselamatkan dan ia meninggal pada tahun 2006.

Selepas ayah Zhang meninggal Wen memutuskan untuk tetap tinggal di rumah Zhang untuk merawatnya dikarenakan Zhang menderita sakit kepala yang berkelanjutan.

Pada tahun 2009 disaat Wen memutuskan untuk meninggalkan Zhang setelah Zhang dinyatakan sembuh.

Zhang menolaknya, itu disebabkan Zhang merasa sudah memiliki ketergantungan yang sangat besar akan sosok Wen pada dirinya.

Zhang merasa Wen telah merawat dan menemaninya untuk melewati masa-masa tersulit dalam hidupnya selama 8 tahun.

Rupanya selama 8 tahun hidup bersama dan merawat sang ayah, ada ketertarikan antara Zhang dan Wen, Zhang mulai merasa nyaman berada dekat dengan Wen.

Bahkan Zhang sempat berujar kalau Wen adalah sebagai seorang pria yang tepat untuk dirinya, dikatakannya pula bahwa Wen selain membantunya merawat sang ayah, dia juga merawat dan melindungi dirinya dengan sangat baik.

Tiga tahun kemudian akhirnya Zhang menyadari bahwa Wen adalah satu-satunya pria yang ia cintai dan sangat mengerti dirinya.

Lantas tanpa pikir panjang, Zhang pun langsung menyatakan perasaan cinta dan kagumnya kepada Wen.

Zhang juga mengaku bahwa ia ingin hidup bersama pria itu.

Keputusan nekad Zhang yang mengikuti kata hatinya untuk mencintai pria tua tersebut tentunya tidak berjalan mulus.

Butuh perjuangan selama 3 tahun untuk dapat meyakinkan keluarga Zhang atas keputusan nekadnya mencintai laki-laki yang terpaut 45 tahun dengan dirinya.

Selain itu tidak sedikit pula yang sempat menghina dan mencela Zhang dengan melihat kondisi Wen yang dinilai sudah tidak pantas lagi untuk menikah.

Namun dengan tekad yang bulat, akhirnya mereka dapat melangsungkan pernikahan mereka pada bulan April tahun lalu.

Kini pasangan yang memang terlihat aneh tersebut hidup bahagia dan telah dikarunia seorang anak laki-laki bernama Tian.

Meskipun pasangan ini terlihat aneh namun mereka tidak dapat menyembunyikan kebahagiaan yang mereka miliki sebagai sebuah keluarga utuh.

Sejak kelahiran buah hati mereka, Tian, pasangan beda usia ini sempat menjadi pemberitaan hangat di TV lokal China.

Wen sendiri sempat mengakui bahwa perbedaan yang sangat jauh antara dirinya dan sang istri memang membuatnya tidak tampak seperti layaknya pasangan suami-istri.

Wen sekarang menjadi laki-laki paling bahagia sejak kelahiran anak pertama mereka, Tian.

Ia selalu menghabiskan harinya bermain dengan si kecil. "Dia merupakan hadiah dari surga buat saya, sekarang adalah masa yang paling bahagia buat saya," ujar Wen.

Istri pertama Wen meninggal bertahun-tahun yang lalu. Wen sendiri mengakui bahwa ketika dirinya menikah untuk pertama kalinya, ia benar-benar tidak memiliki perasaan sama sekali terhadap sang istri walaupun ia dikaruniai 4 orang anak.

Akan tetapi pernikahan keduanya dengan Zhang merupakan pernikahan yang benar-benar didasari oleh cinta. Anak Wen sendiri tidak terlalu mempermasalahkan mengenai pernikahan ayahnya dengan wanita yang jauh lebih muda.

"Dia merawat ayah saya dengan sangat baik dan mereka hidup bahagia, biarkan tuhan memberkati mereka sekeluarga," ujar sang anak, 42 tahun.

"Hidup saya dipenuhi dengan kebahagiaan setiap harinya. Kami tidak banyak memiliki kisah romantis, namun kami hidup dengan bahagia" ujar Wen.

Ibu Zhang , 66 tahun yang memiliki usia dibawah Wen juga mengatakan kalau dirinya tidak keberatan dengan pernikahan tersebut, apalagi dirinya sekarang telah dikaruniai seorang cucu.

"Saya tidak ingin banyak menentang mereka lagi sekarang, selama mereka merasa bahagia,"ujarnya.

Zhang dan Wen Changling sudah sangat jelas tidak terpengaruh dengan perbedaan usia yang sangat jauh, akan tetapi yang menjadi pertanyaan adalah, sampai kapan kebahagiaan yang mereka miliki dapat bertahan, mengingat umur Wen yang sudah sangat tua.

Namun Zhang mengakui bahwa dirinya tidak terlalu khawatir akan hal itu.

Dia selalu berfikir bahwa suaminya tetap sehat dan mereka akan hidup bahagia untuk selamanya. (**)

sumber: sriwijayapost

Rabu, 13 September 2017

Miris! Setiap Hari Pria Ini Ajak Putrinya Bermain di Lubang Kubur, Alasannya Bikin Sedih



Kabar Kita - Perlakuan seorang ayah asal Tiongkok pada putrinya yang sedang sekarat ini sungguh tak biasa.

Anak sakit keras, ia mengajak putrinya yang berusia 2 tahun untuk bermain dan tidur di makam setiap hari.

Seperti yang Tribun Style lansir dari Shanghaiist, Zhang Xinlei adalah bocah 2 tahun yang lahir dengan kelainan darah yang serius.

Zhang menderita thalassemia yang memerlukan biaya pengobatan dan perawatan yang tinggi.

Selama dua tahun terakhir, keluarga Xinlei telah menghabiskan uang 140 ribu yuan (280 juta rupiah) untuk pengobatan.

Akibatnya, sekarang, keluarga Xinlei jatuh miskin.

Orang tua Zhang bahkan telah mencoba menawari darah mereka sendiri agar putrinya tetap hidup.

Namun dokter menolak karena darah mereka tak cocok untuk Zhang.

Tak hanya itu, pasangan ini pun akan memiliki anak lagi agar bisa langsung menyelamatkan nyawa kakaknya.

Meski begitu, jika bayi itu memiliki darah yang cocok untuk kakaknya, operasi tetap tidak bisa dilakukan karena biaya operasi yang mahal.

Karena itu, keluarga Xinlei pun akhirnya putus asa dan akhirnya menyerah.

Ayah Zhang kemudian mempersiapkan hal yang sepertinya tidak bisa dihindari lagi.

Ia mengajak putrinya untuk berkunjung ke makam tiap hari.

Di sana, mereka bermain dan tidur seharian.

Tujuannya adalah agar Zhang tidak takut ketika ajal menjemputnya suatu hari nanti.

Sejak kisah ini viral, ibu Zhang kemudian membuat laman donasi demi menyelamatkan putrinya.

Dari target 200 ribu yuan, hingga kini masih terkumpul 107382 yuan.

sumber: tribunnews.com